BANDA ACEH – Tokoh masyarakat Aceh, Suryadi Djamil atau yang akrab disapa Om Sur, menyampaikan apresiasi kepada Kapolri Listyo Sigit Prabowo atas komitmennya membangun 300 unit hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang.
Seluruh hunian tetap tersebut kini telah rampung dibangun dan dijadwalkan akan diresmikan langsung oleh Kapolri dalam waktu dekat. Program tersebut menjadi harapan baru bagi ratusan keluarga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana banjir yang melanda Aceh Tamiang beberapa waktu lalu.
Kepada wartawan, Selasa (7/7/2026), Om Sur mengaku terharu melihat komitmen Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat terdampak bencana.
“Ini bukan sekadar membangun rumah, tetapi bukti nyata kehadiran negara melalui Polri di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah. Kepedulian seperti ini sangat kami apresiasi karena memberikan harapan baru bagi para korban banjir,” ujar Om Sur.
Menurutnya, pembangunan hunian tetap tersebut menunjukkan bahwa Polri tidak hanya menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga menjalankan misi kemanusiaan dengan memastikan masyarakat korban bencana dapat kembali hidup secara layak.
Selain mengapresiasi Kapolri, Om Sur juga memberikan penghargaan kepada Kapolres Aceh Tamiang, H. Mulyadi, yang dinilainya memiliki peran besar dalam mengawal proses pembangunan hunian tetap hingga selesai.
“Selama memimpin Polres Aceh Tamiang, AKBP H. Mulyadi hampir setiap hari turun ke lapangan memastikan seluruh proses pembangunan berjalan dengan baik. Beliau menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, profesional, serta mampu menjadi pengayom masyarakat, terutama ketika warga sedang menghadapi musibah banjir,” katanya.
Om Sur juga mengapresiasi Muhammad Tito Karnavian dan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atas respons cepat pemerintah dalam menangani dampak banjir di berbagai daerah di Aceh.
Menurutnya, kehadiran langsung Mendagri bersama Wakil Gubernur Aceh di sejumlah lokasi terdampak menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam memastikan proses penanganan dan pemulihan berjalan optimal.
“Kami juga mengapresiasi Bapak Mendagri Tito Karnavian dan Wakil Gubernur Aceh Dek Fadh. Mereka bergerak cepat, turun langsung melihat kondisi di lapangan. Langkah seperti ini menunjukkan pemerintah benar-benar hadir bersama masyarakat yang sedang mengalami musibah,” tutur Om Sur.
Ia menjelaskan, sejak bencana melanda, Mendagri bersama Wakil Gubernur Aceh terus meninjau lokasi banjir di 18 kabupaten/kota di Aceh. Dari seluruh wilayah terdampak, Aceh Tamiang menjadi daerah yang mengalami kerusakan paling parah, disusul Aceh Utara, Pidie Jaya, Aceh Tenggara, Aceh Tengah, Bireuen, dan Bener Meriah.
Om Sur juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI yang dinilainya memiliki peran luar biasa dalam percepatan pemulihan pascabanjir. Menurutnya, prajurit TNI bekerja tanpa mengenal waktu untuk memulihkan akses masyarakat yang terputus akibat bencana.
“Kami juga memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada prajurit TNI. Siang dan malam mereka bekerja memasang jembatan-jembatan yang putus akibat banjir sehingga konektivitas antarwilayah dapat kembali tersambung dan aktivitas masyarakat perlahan kembali normal. Pengabdian seperti ini merupakan bukti nyata bahwa TNI selalu hadir di tengah rakyat pada saat-saat yang paling dibutuhkan,” ujar Om Sur.
Ia berharap sinergi antara Polri, TNI, pemerintah pusat, Pemerintah Aceh, pemerintah kabupaten/kota, serta seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat sehingga proses pemulihan pascabanjir dapat berlangsung lebih cepat dan menyeluruh.
Om Sur juga berharap peresmian 300 unit hunian tetap oleh Kapolri menjadi momentum kebangkitan bagi para korban banjir di Aceh Tamiang untuk memulai kehidupan baru yang lebih aman, nyaman, dan sejahtera.[]




































