Bareskrim Polri Ungkap Enam Modus Pertambangan Ilegal, Penindakan Jadi Atensi Presiden

TRIBRATA 24

- Redaksi

Minggu, 9 November 2025 - 03:20 WIB

50403 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia (Bareskrim Polri) membeberkan berbagai modus operandi yang kerap digunakan dalam praktik pertambangan ilegal di Indonesia. Setidaknya ada enam kategori modus yang teridentifikasi, mencerminkan kompleksitas persoalan dalam tata kelola pertambangan nasional.

Wakil Direktur Tindak Pidana Tertentu (Ditippidter) Bareskrim Polri, Komisaris Besar Polisi Feby D.P Hutagalung, menjelaskan, modus pertama yang paling sering ditemukan adalah praktik penambangan di luar kawasan Izin Usaha Pertambangan (IUP). Penambangan dilakukan di luar wilayah yang telah mendapatkan izin resmi karena pengawasan di lapangan yang masih terbatas.

“Sehingga dari IUP yang sudah ada, mereka justru melihat potensi melakukan penambangan yang mungkin lebih potensial, lebih menguntungkan, di luar kawasan tersebut,” kata Feby dalam forum dialog bertajuk Perbaikan Tata Kelola Pertambangan untuk Optimalisasi Sumber Daya Mineral Nasional, Kamis (6/11/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Modus kedua, lanjut Feby, terjadi ketika penambangan dilakukan secara ilegal di kawasan hutan, termasuk di wilayah konservasi, cagar alam, hutan lindung, dan hutan produksi. Aktivitas ini seharusnya tunduk pada mekanisme khusus dengan pengawasan lintas sektor. Namun, banyak pelaku justru memanfaatkan celah hukum dan melakukan kerja sama dengan oknum-oknum tidak bertanggung jawab.

“Karena ingin cepat, tidak mau membayar pajak, dan adanya kongkalikong dengan oknum tertentu, penambangan dilakukan langsung di dalam kawasan hutan,” ujarnya.

Modus lain yang dijelaskan Feby termasuk dokumen terbang, yaitu praktik pengiriman hasil tambang ilegal dengan menggunakan legalitas milik perusahaan lain yang sah. Dengan cara ini, pihak-pihak yang terlibat bisa memasarkan hasil ilegal secara legal di pasaran, sekaligus menghindari kewajiban membayar royalti sesuai ketentuan.

“Royalti seharusnya yang dibayarkan 12 persen, tetapi dengan dokumen terbang, hanya dibayar 9 persen. Ini menjadi salah satu praktik manipulasi yang masih cukup marak,” ucapnya.

Selain itu, ada modus penggunaan dokumen palsu untuk pengangkutan dan pengolahan bahan tambang, pengolahan tambang tanpa izin resmi dengan penggunaan bahan kimia berbahaya yang merusak lingkungan, serta praktik penyelundupan ke luar negeri. Penyelundupan, terutama untuk komoditas bernilai tinggi seperti emas dan timah, disebut masih menjadi persoalan serius.

Menurut Feby, penegakan hukum terhadap tindak pidana penyelundupan hasil tambang kini menjadi perhatian langsung Presiden Prabowo Subianto. Untuk itu, ia menegaskan perlunya sinergi antara kepolisian, kementerian terkait, dan aparat penegak hukum lain dalam mengatasi praktik-praktik ilegal di sektor pertambangan.

“Oleh sebab itu, kepolisian dan stakeholder terkait harus berkolaborasi, terutama dalam pencegahan dan penindakan. Karena potensi penyelundupan ke luar negeri masih sangat tinggi, terutama untuk emas dan timah,” ujarnya.

Forum dialog tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola dan transparansi di sektor pertambangan, yang selama ini acap menjadi sorotan akibat maraknya aktivitas ilegal dan kerugian besar bagi negara dari sisi penerimaan.

Bareskrim Polri menyatakan akan terus meningkatkan pengawasan dan menggencarkan penindakan agar seluruh aktivitas pertambangan berlangsung sesuai koridor hukum. Dengan optimalisasi sumber daya mineral yang tertib dan terkontrol, Indonesia diharapkan dapat mengamankan kekayaan alamnya untuk kemakmuran bersama. (*)

Berita Terkait

Sikum Polres Karo Berikan Penyuluhan KUHP Nasional kepada Bhayangkari, Tingkatkan Kesadaran Hukum
Kodim 0205/TK Bangun Jembatan Beton di Karo, Progres Capai 60 Persen
Kodim 0205/TK Bangun Jembatan Beton di Kuta Kepar, Progres Capai 57,20 Persen
Dihadiri 600 Pengemudi, Bhakti Sosial Mabes Polri di Ragunan Berlangsung Penuh Keakraban
Wamendagri Membuka Acara Rapat Pimpinan Nasional Asosiasi Keluarga Pers Indonesia ( AKPERSI)
Optimalkan Sertipikasi Tanah Wakaf, Kanwil BPN Kepri, Kanwil Kemenag Kepri dan Kejati Kepri, Teken MoU
Kanwil BPN Kepri, Kanwil Kemenag Kepri dan Kejati Kepri, Teken MoU Optimalisasi Sertipikas Tanah Wakaf
Mudik Lebaran 2026 Sukses, PW GP Al Washliyah DKI: Ini Bukti Nyata Korlantas Jaga Kemanusiaan

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 03:38 WIB

Polda Riau Gagalkan Peredaran 34,9 Kg Sabu, Lima Tersangka Ditangkap

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:53 WIB

HUT ke-9, IMO-Indonesia Tegaskan Pentingnya Kualitas Pemberitaan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:28 WIB

Kapolda Riau Rangkul Wartawan, Fokus Sikat Narkoba

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:06 WIB

Kepala Bapas Kelas I Medan Tinjau Langsung Program Pembinaan Kemandirian Peternakan Ayam di Ketapang

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:42 WIB

‎Tembok Gang Anggrek Tak Tersentuh, Warga Menunggu Kepastian, Sikap Pemko Medan Dipertanyakan

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:29 WIB

Lapas Sibolga Kebut Pembersihan Lingkungan dan Pembangunan Pagar SDN Hutanabolon 1 Pascabanjir

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:03 WIB

Modus Cek Mesin Berujung Penggelapan Kendaraan, Leasing Nakal dan Debt Collector Terancam Jerat Hukum Fidusia

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Tak Beri Ampun, Tim Reskrim Lebak Berantas Kejahatan yang Meresahkan Masyarakat

Berita Terbaru