Warga Beutong Ateuh Banggalang Minta Pengadaan Al-Qur’an Rp19 Miliar Ditunda, Rusliadi: Rumah, Sekolah dan Tempat Pengajian Kami Masih Rata dengan Tanah

REDAKSI BANDA ACEH

- Redaksi

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:12 WIB

5038 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NAGAN RAYA – Rusliadi, warga Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, meminta Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) dan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) mempertimbangkan untuk menunda terlebih dahulu rencana pengadaan Al-Qur’an senilai sekitar Rp19 miliar. Menurutnya, pemerintah perlu memprioritaskan pemulihan masyarakat yang terdampak banjir bandang, terutama pembangunan kembali rumah warga, sekolah, serta tempat pengajian yang hingga kini masih mengalami kerusakan berat.

Rusliadi mengatakan kondisi masyarakat di Beutong Ateuh Banggalang masih sangat membutuhkan perhatian serius. Sejumlah rumah warga disebut rata dengan tanah akibat bencana, sementara fasilitas pendidikan dan tempat pengajian juga belum sepenuhnya pulih. Ia menilai kebutuhan tersebut jauh lebih mendesak karena menyangkut tempat tinggal, pendidikan anak-anak, serta keberlangsungan aktivitas keagamaan masyarakat. “Kami berharap pemerintah fokus dulu kepada kami yang dilanda banjir bandang. Rumah kami rata dengan tanah, sekolah dan tempat pengajian juga banyak yang rusak. Apa perlu kami satu kecamatan datang lagi ke Banda Aceh untuk bertemu langsung dengan Mualem dan Dek Fadh?” ujarnya.

Persoalan lain yang dikeluhkan adalah pembayaran hunian sementara (huntara) mandiri yang menurut Rusliadi hingga kini belum tuntas. Ia mengatakan sebagian masyarakat membangun huntara secara mandiri setelah adanya penyampaian bahwa warga yang membangun sendiri akan mendapat penggantian dari negara sesuai ketentuan yang berlaku. Karena berharap biaya tersebut akan diganti, sejumlah warga kemudian meminjam uang kepada keluarga maupun mengambil material secara utang di toko bangunan setempat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, hingga saat ini pembayaran yang diharapkan belum diterima seluruh warga, sehingga beban utang mulai menimbulkan keresahan. Rusliadi khawatir kondisi tersebut dapat memicu persoalan sosial jika pemilik toko atau pemberi pinjaman terus menagih, sementara warga belum memiliki kemampuan membayar. “Masyarakat membangun huntara mandiri dengan berutang kepada sanak saudara dan toko bangunan. Sekarang utangnya ditagih, sementara pembayaran belum juga ada. Kami meminta pemerintah segera menyelesaikannya sebelum muncul konflik sosial di tengah masyarakat,” tegasnya.

Rusliadi berharap Pemerintah Aceh bersama pemerintah pusat segera turun tangan menyelesaikan pembayaran huntara mandiri dan mempercepat rehabilitasi kawasan terdampak bencana di Beutong Ateuh Banggalang.

Ia menegaskan masyarakat tidak menolak program keagamaan, namun meminta pemerintah menyusun skala prioritas berdasarkan kebutuhan paling mendesak. Menurutnya, memulihkan rumah warga, sekolah, balai pengajian dan kewajiban pembayaran huntara mandiri merupakan bentuk kehadiran negara yang paling dibutuhkan masyarakat saat ini.

Berita Terkait

Cut Man Desak Kapolda–Kajati Aceh Telusuri Pengadaan Al-Qur’an Rp19 Miliar, Nilai Pembangunan Dayah Lebih Mendesak
Kapolres Bireuen Terima Penghargaan sebagai Inisiator Penggerak Literasi Digital Kamtibmas Tahun 2026
Ahmad Rofiq Tegaskan Gema Bangsa Harus Solid, Aktif, dan Dekat dengan Masyarakat
Komitmen Bersih Narkoba, Polsek Blangkejeren Gelar Tes Urine dan Pemeriksaan Disiplin
Bravo! Satresnarkoba Polres Gayo Lues Kembali Cetak Prestasi, Kasus Sabu Berhasil Diungkap
Kepala SDN 2 Biak Muli Bantah Dugaan Monopoli KIP, Namun Desakan Audit Dana BOS Terus Menguat
Konstelasi Musda Demokrat Aceh Mengerucut ke Sayuti Abubakar, Nora Idah Nita Dorong Regenerasi Sambil Tetap Merangkul Kader Senior
Sikap Rakyat Aceh Jika Gagal Kesepakatan Blok Tengkulo South Andaman
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Cut Man Desak Kapolda–Kajati Aceh Telusuri Pengadaan Al-Qur’an Rp19 Miliar, Nilai Pembangunan Dayah Lebih Mendesak

Rabu, 12 Agustus 2026 - 00:41 WIB

Kapolres Bireuen Terima Penghargaan sebagai Inisiator Penggerak Literasi Digital Kamtibmas Tahun 2026

Minggu, 9 Agustus 2026 - 18:36 WIB

Ahmad Rofiq Tegaskan Gema Bangsa Harus Solid, Aktif, dan Dekat dengan Masyarakat

Rabu, 22 Juli 2026 - 01:54 WIB

Komitmen Bersih Narkoba, Polsek Blangkejeren Gelar Tes Urine dan Pemeriksaan Disiplin

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:45 WIB

Bravo! Satresnarkoba Polres Gayo Lues Kembali Cetak Prestasi, Kasus Sabu Berhasil Diungkap

Senin, 20 Juli 2026 - 00:29 WIB

Kepala SDN 2 Biak Muli Bantah Dugaan Monopoli KIP, Namun Desakan Audit Dana BOS Terus Menguat

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:51 WIB

Konstelasi Musda Demokrat Aceh Mengerucut ke Sayuti Abubakar, Nora Idah Nita Dorong Regenerasi Sambil Tetap Merangkul Kader Senior

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:09 WIB

Sikap Rakyat Aceh Jika Gagal Kesepakatan Blok Tengkulo South Andaman

Berita Terbaru

error: Content is protected !!