Jembatan Runtuh, Kemanusiaan Ikut Ambruk: Negara Absen, Warga Pining Menjerit di Tengah Ancaman Sungai Deras

TRIBRATA 24

- Redaksi

Senin, 30 Maret 2026 - 20:30 WIB

50141 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES, (30/03/2026) |  Kesabaran warga Pining, Kabupaten Gayo Lues, benar-benar diuji setelah berbulan-bulan menanti perbaikan Jembatan Pintu Rime yang ambruk akibat banjir bandang. Hingga kini, belum ada tanda-tanda penanganan serius dari pihak terkait, sementara akses vital lintas provinsi itu lumpuh total. Warga terpaksa menyeberangi sungai deras setiap hari, mempertaruhkan keselamatan demi kebutuhan hidup, pendidikan, dan kesehatan.

Kondisi ini memicu kemarahan publik. PT Hutama Karya yang diduga dipercaya menangani perbaikan jembatan dinilai gagal total. Tidak hanya itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI didesak turun tangan untuk meninjau ulang kinerja proyek yang dinilai lamban dan tidak transparan. Kekecewaan warga memuncak setelah peristiwa memilukan kembali terjadi: seorang pasien dari Puskesmas Pining harus dirujuk ke rumah sakit di Kabupaten Gayo Lues, namun karena jembatan tak kunjung diperbaiki, pasien terpaksa digotong menembus arus sungai yang deras tanpa pengaman dan tanpa kepastian selamat.

Warga menuturkan, jika sedikit saja salah pijakan, nyawa pasien bisa melayang. Situasi ini bukan lagi soal kesulitan akses, melainkan soal hidup dan mati. Setiap hari, anak-anak sekolah, ibu hamil, hingga orang tua dipaksa mempertaruhkan nyawa hanya untuk menyeberang. Tidak ada jembatan darurat, tidak ada jalur alternatif, dan negara seolah absen di tengah ancaman nyata yang dihadapi masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di lokasi, kerusakan jembatan terlihat jelas. Rangka baja terkulai, badan jembatan ambruk, dan sisa material banjir masih menumpuk tanpa penanganan. Sungai yang keruh dan deras kini menjadi satu-satunya jalur penghubung, sekaligus jebakan mematikan bagi siapa saja yang melintas. Warga menilai, kelalaian ini nyata dan tidak bisa lagi ditoleransi. Mereka dipaksa bertaruh nyawa setiap hari, sementara pihak pelaksana proyek dinilai tidak becus menjalankan tanggung jawab.

Desakan agar pemerintah pusat melalui BNPB RI segera turun tangan semakin menguat. Warga meminta evaluasi total terhadap kinerja PT Hutama Karya. Jika tidak sanggup, mereka menuntut agar pelaksana proyek diganti demi keselamatan masyarakat. Sorotan publik semakin tajam setelah pihak PT Hutama Karya memilih bungkam saat dikonfirmasi. Tidak ada klarifikasi, tidak ada transparansi, dan diamnya pihak pelaksana justru mempertegas kesan abai terhadap penderitaan warga.

Situasi ini tidak bisa lagi dianggap sebagai keterlambatan biasa. Ini adalah krisis nyata yang berpotensi menelan korban jiwa kapan saja. Setiap detik pembiaran adalah ancaman bagi keselamatan masyarakat. Warga Pining kini tidak lagi meminta janji, melainkan menuntut tindakan nyata dan keselamatan. Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka yang runtuh bukan hanya Jembatan Pintu Rime, tetapi juga rasa kemanusiaan dan tanggung jawab. Ketika korban benar-benar jatuh, semua pihak yang lalai akan tercatat dalam sejarah sebagai bagian dari kegagalan yang tak terbantahkan.

Berita Terkait

Berawal dari Informasi Warga, Polres Gayo Lues Amankan Pria Diduga Gunakan Sabu”
Program TMMD, Jalan Utama Menuju Huntara Kampung Pepelah Dibuka
Polisi Sita 17 Paket Sabu di Blangkejeren, Seorang Pria Diamankan
Komitmen Bersih Narkoba, Polsek Blangkejeren Gelar Tes Urine dan Pemeriksaan Disiplin
Bravo! Satresnarkoba Polres Gayo Lues Kembali Cetak Prestasi, Kasus Sabu Berhasil Diungkap
Polres Gayo Lues Gelar Olahraga Bersama Semarakkan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026
Operasi Ilegal PT Hopson Disebut Berlangsung Setiap Malam, Polda Aceh dan Mabes Polri Didesak Bertindak
PT Hopson Kembali Disebut Beroperasi, Ketegasan Aparat dan Pengawas Lingkungan Jadi Ujian Besar

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 02:11 WIB

Legalitas Perusahaan dan Profesionalisme Jadi Kunci, Agus Kliwir Dorong Dewan Pers Pembenahan Konstituen

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:34 WIB

GARNIZUN Apresiasi Kapolri dan Polda Aceh Ungkap 1,1 Ton Sabu, Ardiansyah Saragih: Usut Tuntas hingga ke Akar Jaringan!

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Payung Pemuda Demokrasi, Dorong Pelajar Mengembangkan Potensi Diri melalui Pendidikan dan Diskusi Publik

Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:43 WIB

GARNIZUN Apresiasi Pelantikan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Kapolri Baru oleh Presiden Prabowo

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:14 WIB

Tudingan Belasan HP, Narkoba hingga Jual-Beli Kamar Rutan Tanjung Gusta Dinilai Hoaks, Jangan Giring Opini Tanpa Bukti

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:58 WIB

Kombes Reza Chairul Masuk Kandidat Komandan Upacara HUT ke-81 RI, Aktivis Nasional: Bukti Kualitas Perwira Polri

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:36 WIB

Konsep Konsep Penting dan Mendasar dalam Penyusunan UULLAJ

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:50 WIB

Fahd El Fouz Arafiq: Siapa Pun yang Serang Ketum Bahlil Akan Berhadapan dengan saya dan ormas Golkar!

Berita Terbaru