MEDAN –
Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) menghormati penyampaian pendapat di muka umum karena memang secara konstitusional tidak dilarang sepanjang isu yang disampaikan benar adanya dan bukan Hoax.
LIPPSU menghormati sikap kritis adik-adik Badko HMI Sumut dalam menyoroti kinerja lembaga pemerintahan tetapi tidak dibolehkan menuduh dan mengecam Bulog Wilayah Sumut tanpa didukung data dan fakta di lapangan.
Jika adik-adik Badko HMI Sumut jadi demo maka sama halnya ikut bagian menyebarkan Hoax terkait isu penimbunan beras dan minyak kita di gudang perum bulog wilayah Sumut.
LIPPSU sangat menyayangkan jika sikap kritis adik-adik Badko HMI ini diarahkan kearah isu murahan yang sebenarnya sudah diklarifikasi langsung Budi Cahyanto selaku Pimpinan Bulog Wilayah Sumut diberbagai media on line.
LIPPSU menyarankan kepada adik-adik Badko HMI Sumut tidak ada salah mengarahkan sikap kritisnya kepada kinerja Dirut pud pasar Medan Anggia Ramadhani nota bene mantan Ketua Badko HMI Sumut dari awal menjabat hingga saat ini terus menuai sorotan berbagai kalangan terhadap kinerja Dirut pud pasar medan dinilai gagal mengatur tata kelola pasar di medan karena memang tidak punya kemampuan maupun pengalaman untuk itu.
Direktur Eksekutif LIPPSU, Azhari A.M. Sinik, menegaskan bahwa tuduhan penimbunan 52 ton beras dan 1,2 ton Minyakita tersebut tidak berdasar serta tidak ditopang oleh data dan fakta lapangan.
Azhari juga menyayangkan narasi menyesatkan yang dilontarkan Badko HMI Sumut terbit pada salah satu media on line tanpa konfirmasi berita sehingga tidak berimbang, terlebih ikut-ikutan mendesak pencopotan Pemimpin Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto hanya karena berdasarkan pesanan isu Hoax dari orang yang tidak bertanggung jawab, tegas Azhari.
Menurutnya, jumlah stok pangan yang tersimpan di gudang Bulog Wilayah Sumatera Utara merupakan bagian dari cadangan pangan pemerintah (CPP) yang sah, terukur, dan dikelola secara transparan untuk menjaga stabilitas harga serta ketahanan pangan masyarakat Sumatera Utara, jangan malah dipelintir diputar balik fakta kebenarannya.
”Semestinya Badko HMI Sumut memilih cara-cara kritis elegan menggunakan intelektualitasnya melalui penelusuran mendapatkan data valid atau audensi meminta penjelasan langsung kepada Pimpinan Bulog Sumatera Utara atas isu penimbunan beras dan minyak kita di gudang Bulog wilayan Sumatera Utara.
Azhari membaca arah manuver adik-adik Badko HMI Sumut ini sangat tendensius penuh tanda tanya besar sekelas Badko HMI Sumut nota bene LK nya jelas dan bagus justru salah menilai, mengkaji dan mengelola isu yang sengaja di sebarkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
Narasi Badko HMI Sumut di salah satu media on line ada kesamaan narasi Rudi Alfahri Rangkuti anggota komisi B dprd Sumut yang terbit di media on line lainnya beberapa hari yang lalu” tegas Azhari, pada kamis pagi (20/8).
Selama ini, Bulog Sumut di bawah kepemimpinan Budi Cahyanto terus berkomitmen menjaga ketersediaan stok (bukan menimbun) pangan utama dan aktif mendistribusikan beras SPHP serta Minyakita secara berkala demi mengendalikan inflasi daerah.
LIPPSU mengimbau semua pihak untuk bijak memilah informasi agar tidak memicu keresahan di tengah masyarakat, seraya mendukung kinerja positif Bulog dalam melayani kebutuhan pangan warga Sumatera Utara, seperti kegiatan Bulog Wilayah Sumut saat ini sedang menyalurkan bantuan pangan berupa beras 30 kg per kk kepada warga masyarakat Sumatera Utara hingga di bulan September 2026 mendatang. Budi Cahyanto menegaskan bahwa penyaluran bantuan pangan tentu berdasarkan data yang diperolehnya dari pemerintah.(AVID/rel)





































