Wakapolres Gayo Lues Bersama TNI dan Warga Rigeb Bangun Bendungan Pengalihan Air Sungai Aih Bobo

TRIBRATA 24

- Redaksi

Senin, 5 Januari 2026 - 15:56 WIB

50137 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES | Kepedulian terhadap lingkungan dan keselamatan masyarakat kembali ditunjukkan oleh jajaran Polres Gayo Lues. Pada Minggu, 4 Januari 2026, aparat keamanan dari unsur Polri, TNI, dan masyarakat bergotong-royong membangun bendungan pengalihan air sementara di aliran bantaran Sungai Aih Boboh Rigeb, Desa Rigeb, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakapolres Gayo Lues, Kompol Edi Yaksa S.Sos, didampingi Kapolsek Blangkejeren, IPTU Syamsuddin, S.H.

Kehadiran pimpinan kepolisian di tengah masyarakat menjadi bagian dari komitmen institusi untuk berada bersama warga, khususnya dalam situasi yang berisiko terhadap keselamatan dan kenyamanan hidup masyarakat. Banjir yang kerap mengancam pemukiman warga akibat aliran Sungai Aih Bobo Rigeb yang meluap menjadi latar belakang kegiatan ini. Bendungan pengalihan yang dibuat secara manual itu dirancang agar aliran sungai tidak lagi masuk ke kawasan permukiman, melainkan mengikuti satu jalur yang lebih aman.

Personel gabungan dari Polres Gayo Lues, Polsek Blangkejeren, Brimob Batalyon 4 Kompi C Pelopor, serta anggota TNI dari Batalyon TP 855 Sangir turun langsung bersama masyarakat. Kehadiran Bhabinkamtibmas juga tampak aktif di lapangan, memobilisasi partisipasi warga dan memberikan dukungan teknis dalam pelaksanaan kegiatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tanpa menggunakan alat berat, pembangunan bendungan dilakukan secara sederhana namun efektif. Batu-batu besar dikumpulkan dari sekitar bantaran sungai, kemudian disusun berlapis secara manual untuk menciptakan penghalang permanen sementara yang mampu mengalihkan arus ke alur sungai utama. Di tengah keterbatasan, kegiatan ini menjadi simbol nyata dari kerja bersama untuk kepentingan lingkungan dan keselamatan bersama.

Kapolsek Blangkejeren, IPTU Syamsuddin, S.H. menyampaikan, kegiatan ini tidak hanya bertujuan merespons potensi bencana, tetapi juga menguatkan kembali nilai-nilai gotong-royong di tengah masyarakat. “Kami ingin menunjukkan bahwa aparat bukan hanya hadir saat penegakan hukum, tetapi juga ketika rakyat membutuhkan bantuan dalam hal-hal yang menyangkut keseharian mereka, termasuk persoalan lingkungan,” ujarnya di sela kegiatan.

Sinergitas antara lembaga kemanan dan masyarakat tampak jelas dalam aktivitas tersebut. Tidak ada sekat jabatan, semua turut bekerja secara setara membenahi aliran sungai yang menjadi sumber kehidupan dan sekaligus ancaman bila tidak dikelola dengan baik. Bagi warga Desa Rigeb, kegiatan ini menjadi bukti hadirnya negara dalam menjawab kebutuhan mendesak masyarakat, sekaligus bentuk nyata dari pengabdian aparat kepada publik.

Wakapolres Gayo Lues, Kompol Edi Yaksa S.Sos, yang turun langsung ke lokasi, menyebut bahwa kegiatan seperti ini menjadi bentuk nyata penguatan hubungan Polri dan TNI dengan masyarakat. “Kami berharap, ke depan masyarakat tidak lagi was-was terhadap banjir akibat luapan sungai. Ini adalah langkah awal, dan kami akan terus bekerjasama dengan berbagai pihak untuk menjaga lingkungan desa tetap aman dan nyaman,” ungkapnya.

Gotong-royong yang berlangsung dari pagi hingga siang hari itu ditutup dengan pengecekan jalur aliran air pasca penyusunan batu-batu sungai. Meski hanya berupa pengalihan sementara, namun secara teknis struktur yang dibentuk diyakini akan mampu menahan laju air masuk ke kawasan permukiman. Masyarakat Desa Rigeb menyambut positif kegiatan ini, sekaligus merasa lebih tenang menghadapi musim hujan ke depan.

Selain manfaat praktis dari pembangunan bendungan tersebut, kegiatan ini juga membawa dampak psikologis yang penting bagi warga yang terdampak. Di tengah berbagai tantangan pasca bencana, kolaborasi antara aparat dan warga mampu membangkitkan kembali semangat bersama. Dalam suasana sederhana itu, muncul harapan bahwa semangat gotong-royong tetap menjadi kekuatan utama masyarakat dalam menghadapi persoalan apapun.

Kegiatan karya bakti ini turut memperkuat nilai-nilai kebersamaan yang akhir-akhir ini sering terkikis akibat kehidupan yang semakin individualistik. Di tengah derasnya modernisasi, kegiatan ini mengingatkan bahwa menyelesaikan persoalan tidak selalu harus dengan teknologi tinggi, melainkan dengan kerja bersama, niat tulus, dan kepedulian terhadap sesama.

Situasi sepanjang kegiatan berlangsung aman dan tertib. Hingga kegiatan ditutup pada pukul 12.00 WIB, tidak ditemukan kendala berarti di lapangan. Semua berjalan dengan hasil nyata—sungai yang mengancam kini telah diarahkan, dan masyarakat kembali merasa terlindungi.

Bhakti sosial dan gotong royong ini bukan saja menjadi bentuk pengabdian aparat dalam pembangunan sosial, namun juga moral. Di saat banyak pihak berpolemik tentang siapa yang paling bertanggung jawab dalam menghadapi bencana, mereka yang turun langsung ke sungai membuktikan bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak mengenal sekat waktu, jabatan, maupun status. Ketulusan dalam pelayanan inilah yang menjadikan kehadiran negara terasa nyata di pelosok-pelosok negeri. (Abdiansyah)

Berita Terkait

Komitmen Bersih Narkoba, Polsek Blangkejeren Gelar Tes Urine dan Pemeriksaan Disiplin
Bravo! Satresnarkoba Polres Gayo Lues Kembali Cetak Prestasi, Kasus Sabu Berhasil Diungkap
Polres Gayo Lues Gelar Olahraga Bersama Semarakkan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026
Operasi Ilegal PT Hopson Disebut Berlangsung Setiap Malam, Polda Aceh dan Mabes Polri Didesak Bertindak
PT Hopson Kembali Disebut Beroperasi, Ketegasan Aparat dan Pengawas Lingkungan Jadi Ujian Besar
PT Hopson Diduga Langgar Pembekuan Operasional, Publik Desak Pemerintah Aceh Bertindak Nyata
Negara Dipertontonkan Tak Berdaya, PT Hopson Diduga Bebas Jalankan Aktivitas Malam di Tengah Ancaman Sanksi
Pasca Pembekuan Pabrik Pinus, PT Rosin Diduga Langgar Keputusan Pemerintah, Polda Aceh dan Mabes Polri Didesak Bergerak

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 02:25 WIB

Polres Batu Bara Salurkan 10,269 Ton Jagung ke Bulog Asahan Polres Batu Bara kembali mendukung program ketahanan pangan melalui pendistribusian hasil panen jagung dari kelompok tani ke Gudang Bulog Asahan, Senin (14/9/2026). Pengiriman jagung tiba di Gudang Bulog Asahan sekitar pukul 14.30 WIB dan didampingi Kanitgakkum Satlantas IPDA Junaedi, S.H. Setelah dilakukan penimbangan, hasil panen jagung yang diterima Bulog Asahan tercatat sebanyak 10,269 ton dengan kadar air 13,80 persen. Dengan pengiriman tersebut, total keseluruhan hasil panen jagung yang telah disalurkan Polres Batu Bara ke Bulog Asahan sampai 14 September 2026 mencapai 437,258 ton. Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Polres Batu Bara terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong produktivitas pertanian masyarakat.

Senin, 14 September 2026 - 20:27 WIB

Wabup Batu Bara Hadiri Rapat Paripurna Pendapat Akhir Fraksi terhadap rancangan KUPA – PPAS*

Senin, 14 September 2026 - 19:47 WIB

Ketua DPD GM.Pujakesuma Langkat Rinaldi Pimpin Rapat Persiapan Pelantikan Bersama MPO Tumiran Noel

Senin, 14 September 2026 - 18:54 WIB

Wujud Nyata Kepedulian terhadap Kesehatan Warga Binaan, Pemko Tanjungbalai Bersama Lapas Kelas IIB Laksanakan Deteksi Dini Kasus TB dan CKG

Senin, 14 September 2026 - 18:38 WIB

Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Wali Kota Tanjungbalai Tinjau Langsung Penyaluran Bantuan Pangan di Kelurahan Beting Kuala Kapias

Senin, 14 September 2026 - 18:12 WIB

Polemik Absensi Anggota DPRD Batu Bara: PANGERAN Bawa ke RDP, NasDem Konfirmasi Sudah Beri Peringatan Berturut-turut  

Senin, 14 September 2026 - 14:18 WIB

Satresnarkoba Polres Batu Bara Ungkap Peredaran Pil Ekstasi, Amankan Empat tersangka ,yang Akan edarkan di lokasi THM (Tempat Hiburan Malam )

Senin, 14 September 2026 - 11:21 WIB

Kanwil Kemenimipas Sumut Terima Hibah Bangunan dari Masyarakat, Fasilitas Lapas Labuhan Ruku Semakin Lengkap

Berita Terbaru

error: Content is protected !!