Tampil Konsisten, Teh PalmCo Dominasi Penghargaan Utama National Tea Competition 2026

REDAKSI MEDAN

- Redaksi

Rabu, 23 September 2026 - 19:02 WIB

5038 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA

Holding Perkebunan PTPN III (Persero) melalui Sub Holding PTPN IV PalmCo kembali membuktikan eksistensinya di industri teh nasional dengan memborong belasan penghargaan pada ajang The 4th National Tea Competition (NTC) 2026. Penghargaan tersebut diserahkan pada puncak acara yang digelar di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, belum lama ini.

Dalam ajang yang diselenggarakan oleh Asosiasi Teh Indonesia (ATI) ini, teh produksi PTPN IV PalmCo berhasil memenangkan total 14 penghargaan dari berbagai kategori, bersaing dengan puluhan produsen teh dari seluruh penjuru Nusantara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Capaian prestasi ini diraih dari empat pabrik pengolahan teh milik PalmCo, yakni Kebun Tobasari, Kebun Bah Butong, Kebun Kayu Aro, dan Kebun Danau Kembar.

Untuk pengolahan teh hitam Orthodox, Pabrik Tobasari sukses menempatkan produk unggulannya sebagai Juara 1 pada kategori Broken Pekoe (BP), Juara 2 kategori Pekoe Fannings (PF), serta Juara 3 masing-masing untuk kategori Broken Orange Pekoe Fannings (BOPF) dan DUST. Sementara itu, Pabrik Bah Butong meraih Juara 2 untuk kategori BP, BOP, dan BOPF, serta Juara 3 untuk kategori PF. Tak ketinggalan, Pabrik Danau Kembar juga mencatatkan namanya sebagai Juara 3 pada kategori BP.

Pada sistem pengolahan teh hitam Crushing, Tearing, and Curling (CTC), Pabrik Kayu Aro tampil gemilang dengan menjuarai kategori Fanning (Juara 1), diikuti dengan raihan Juara 2 untuk kategori PD dan BP1, serta Juara 3 pada kategori PF 1 dan D1.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengungkapkan bahwa rentetan penghargaan ini merupakan bukti nyata dari komitmen dan konsistensi perusahaan dalam menjaga standar mutu dari hulu hingga hilir.

“Capaian di NTC 2026 ini bukan sekadar tentang memenangkan kompetisi, melainkan wujud dari konsistensi kami untuk terus memproduksi teh berkualitas grade satu. Transformasi yang berjalan di internal perusahaan memastikan bahwa standar operasional, mulai dari proses pemetikan pucuk daun, proses pengolahan, sortasi hingga tahap pengepakan, dilakukan secara presisi untuk memenuhi ekspektasi pasar, baik domestik maupun ekspor,” ujar Jatmiko dalam keterangan tertulisnya.

Jatmiko menambahkan, penghargaan dari ajang yang dijurikan oleh para pakar teh bersertifikasi internasional ini menjadi tolok ukur bahwa teh produksi perusahaan pelat merah mampu bersaing secara kualitas di kancah global.

*Tantangan Industri Teh Nasional*

Meski mencatatkan prestasi membanggakan, industri teh nasional saat ini tidak lepas dari berbagai tantangan berat. Direktur Operasional PTPN IV PalmCo, Rediman Silalahi, menjelaskan bahwa pencapaian ini diraih di tengah kondisi makro dan iklim yang cukup menantang bagi para produsen teh.

“Kondisi di lapangan saat ini cukup dinamis. Produsen teh di Indonesia tengah berhadapan dengan masalah fluktuasi harga komoditas dan anomali cuaca berupa kemarau panjang atau El Nino. Faktor iklim ini sangat krusial karena secara langsung berdampak pada penurunan total kapasitas produksi teh secara nasional,” jelas Rediman.

Namun demikian, Rediman menegaskan bahwa kondisi tersebut justru menjadi pemacu bagi PTPN IV PalmCo untuk lebih adaptif. Pihaknya berupaya melakukan berbagai langkah mitigasi agronomi demi mempertahankan tingkat produksi dan tidak mengorbankan kualitas daun teh yang dihasilkan.

“Di tengah tantangan El Nino, penghargaan yang diraih pabrik-pabrik kami membuktikan bahwa intervensi agronomi dan perbaikan tata kelola yang kami lakukan berada di jalur yang tepat (on the track). Tantangan cuaca tidak menyurutkan komitmen kami dalam menghadirkan secangkir teh terbaik bagi konsumen,” tutup Rediman.

Sebagai informasi, National Tea Competition 2026 melibatkan 74 sampel teh unggulan dari 32 perusahaan yang dinilai secara buta (blind testing) oleh dewan juri. Acara ini secara konsisten digelar untuk dan citra teh Indonesia di pasar dunia.(AVID/rel)

Berita Terkait

Bapas Kelas I Medan dan Yayasan Perisai Indonesia Sinergikan Program Pemberdayaan Klien Pemasyarakatan
IMO Indonesia Sumut : Sumpah Pemuda Momentum Perkuat Nasionalisme dan Kepedulian Generasi Muda
Polda Riau Gagalkan Peredaran 34,9 Kg Sabu, Lima Tersangka Ditangkap
HUT ke-9, IMO-Indonesia Tegaskan Pentingnya Kualitas Pemberitaan
Rutan Labuhan Deli Lakukan Sosialisasi Kepada Warga Binaan Terkait Remisi dan Hak Integrasi, Tegaskan Semua Gratis!
Kapolda Riau Rangkul Wartawan, Fokus Sikat Narkoba
Kepala Bapas Kelas I Medan Tinjau Langsung Program Pembinaan Kemandirian Peternakan Ayam di Ketapang
‎Tembok Gang Anggrek Tak Tersentuh, Warga Menunggu Kepastian, Sikap Pemko Medan Dipertanyakan

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:08 WIB

IMO Indonesia Sumut : Sumpah Pemuda Momentum Perkuat Nasionalisme dan Kepedulian Generasi Muda

Rabu, 28 Oktober 2026 - 03:38 WIB

Polda Riau Gagalkan Peredaran 34,9 Kg Sabu, Lima Tersangka Ditangkap

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:53 WIB

HUT ke-9, IMO-Indonesia Tegaskan Pentingnya Kualitas Pemberitaan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Rutan Labuhan Deli Lakukan Sosialisasi Kepada Warga Binaan Terkait Remisi dan Hak Integrasi, Tegaskan Semua Gratis!

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:28 WIB

Kapolda Riau Rangkul Wartawan, Fokus Sikat Narkoba

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:06 WIB

Kepala Bapas Kelas I Medan Tinjau Langsung Program Pembinaan Kemandirian Peternakan Ayam di Ketapang

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:42 WIB

‎Tembok Gang Anggrek Tak Tersentuh, Warga Menunggu Kepastian, Sikap Pemko Medan Dipertanyakan

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:29 WIB

Lapas Sibolga Kebut Pembersihan Lingkungan dan Pembangunan Pagar SDN Hutanabolon 1 Pascabanjir

Berita Terbaru