Lestarikan Warisan Leluhur, FTBI Tingkat Kabupaten Lebak 2026 Resmi Dibuka, Ratusan Peserta Terbaik dari Seluruh Kecamatan Bertanding

REDAKSI MEDAN

- Redaksi

Sabtu, 26 September 2026 - 16:25 WIB

5033 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LEBAK —

Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak secara resmi menyelenggarakan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kabupaten Lebak tahun 2026 di Gedung PGRI, Sabtu (26/9/2026). Ajang ini diikuti ratusan peserta terpilih dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Lebak, yang telah lolos penyaringan ketat di tingkat sekolah dan kecamatan, untuk berkompetisi sekaligus melestarikan bahasa serta budaya daerah.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, Dodi Irawan, hadir langsung membuka kegiatan tersebut. Ia menegaskan FTBI bukan sekadar perlombaan rutin, melainkan investasi jangka panjang bagi keberlangsungan kearifan lokal di kalangan generasi penerus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bahasa ibu adalah jati diri bangsa. Jika kita melupakan bahasa daerah, kita perlahan kehilangan akar budayanya. Di tengah derasnya arus globalisasi, kegiatan ini menjadi benteng sekaligus ruang hidup bagi warisan leluhur kita,” ujar Dodi di hadapan peserta, pendamping, dan tamu undangan.

Peserta yang tampil di tingkat kabupaten ini telah melewati dua tahap seleksi ketat, yaitu tingkat sekolah dan tingkat kecamatan. Hal ini menjamin kualitas pembawaan materi, kefasihan berbahasa, serta kedalaman pemahaman budaya yang ditampilkan. Setiap kecamatan mengirimkan peserta terbaiknya di masing-masing kategori lomba.

Kegiatan berlangsung sepanjang hari dengan mempertandingkan beragam cabang, meliputi pidato berbahasa daerah, bercerita rakyat, pembacaan puisi, menyanyi lagu daerah, hingga pertunjukan teater sederhana. Seluruh penampilan wajib menggunakan bahasa ibu sesuai ketentuan panitia, sehingga setiap peserta terpacu menguasai sekaligus mencintai bahasanya sendiri.

Dodi Irawan menjelaskan, FTBI juga menjadi sarana pembelajaran karakter. Melalui penguasaan bahasa ibu, peserta didik dilatih menghargai perbedaan, mencintai lingkungan, serta membangun rasa bangga terhadap identitas daerahnya. Kegiatan ini selaras dengan upaya penguatan muatan lokal dalam kurikulum pendidikan.

“Anak-anak tidak hanya diajak berkompetisi, tetapi diajak mengenal siapa mereka dan dari mana asalnya. Itu adalah fondasi penting sebelum mereka melangkah ke dunia yang lebih luas,” tambahnya.

Kesuksesan acara ini merupakan hasil sinergi antara Dinas Pendidikan, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Lebak, jajaran kepala sekolah, guru, serta para orang tua yang turut mendampingi peserta. Panitia menyiapkan sistem penilaian transparan dengan dewan juri independen agar hasil objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pemenang utama di setiap kategori akan mewakili Kabupaten Lebak mengikuti FTBI tingkat Provinsi Banten dalam waktu dekat. Dodi berharap perwakilan Lebak tak hanya meraih prestasi, tetapi juga membawa semangat pelestarian budaya daerah ke panggung yang lebih luas.

“Piala dan juara bukan tujuan akhir. Yang terpenting adalah semangat ini terus hidup di setiap sekolah, di setiap rumah. Mari jaga bahasa ibu, karena itulah warisan paling berharga yang bisa kita tinggalkan,” pungkasnya.

Acara ditutup dengan penyerahan piala, sertifikat, dan pembinaan kepada seluruh peserta. Suasana berakhir hangat dengan harapan FTBI tahun depan dapat digelar lebih meriah dan melibatkan lebih banyak peserta.(Enggar)

Berita Terkait

Bapas Kelas I Medan dan Yayasan Perisai Indonesia Sinergikan Program Pemberdayaan Klien Pemasyarakatan
IMO Indonesia Sumut : Sumpah Pemuda Momentum Perkuat Nasionalisme dan Kepedulian Generasi Muda
Polda Riau Gagalkan Peredaran 34,9 Kg Sabu, Lima Tersangka Ditangkap
HUT ke-9, IMO-Indonesia Tegaskan Pentingnya Kualitas Pemberitaan
Rutan Labuhan Deli Lakukan Sosialisasi Kepada Warga Binaan Terkait Remisi dan Hak Integrasi, Tegaskan Semua Gratis!
Kapolda Riau Rangkul Wartawan, Fokus Sikat Narkoba
Kepala Bapas Kelas I Medan Tinjau Langsung Program Pembinaan Kemandirian Peternakan Ayam di Ketapang
‎Tembok Gang Anggrek Tak Tersentuh, Warga Menunggu Kepastian, Sikap Pemko Medan Dipertanyakan

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:19 WIB

Bapas Kelas I Medan dan Yayasan Perisai Indonesia Sinergikan Program Pemberdayaan Klien Pemasyarakatan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 03:38 WIB

Polda Riau Gagalkan Peredaran 34,9 Kg Sabu, Lima Tersangka Ditangkap

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:53 WIB

HUT ke-9, IMO-Indonesia Tegaskan Pentingnya Kualitas Pemberitaan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Rutan Labuhan Deli Lakukan Sosialisasi Kepada Warga Binaan Terkait Remisi dan Hak Integrasi, Tegaskan Semua Gratis!

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:28 WIB

Kapolda Riau Rangkul Wartawan, Fokus Sikat Narkoba

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:06 WIB

Kepala Bapas Kelas I Medan Tinjau Langsung Program Pembinaan Kemandirian Peternakan Ayam di Ketapang

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:42 WIB

‎Tembok Gang Anggrek Tak Tersentuh, Warga Menunggu Kepastian, Sikap Pemko Medan Dipertanyakan

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:29 WIB

Lapas Sibolga Kebut Pembersihan Lingkungan dan Pembangunan Pagar SDN Hutanabolon 1 Pascabanjir

Berita Terbaru