MEDAN —
Hipertensi kerap dijuluki sebagai silent killer karena dapat berkembang tanpa gejala yang jelas, tetapi berisiko menimbulkan komplikasi serius apabila tidak dikendalikan.
Kondisi tersebut mendorong mahasiswa Profesi Keperawatan Universitas Imelda Medan untuk turun langsung memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat.

Kegiatan penyuluhan digelar di Lingkungan VII/Blok 6, Perumnas Helvetia, Medan, Kamis (24/9/2026), dalam rangkaian kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) mahasiswa Universitas Imelda Medan.
Kegiatan berlangsung interaktif. Warga tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai hipertensi, tetapi juga diajak memahami pentingnya pola hidup sehat serta cara melakukan langkah sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam penyuluhan tersebut, Aresna Zega, salah seorang mahasiswa Profesi Keperawatan, memaparkan mengenai hipertensi, faktor risikonya, serta pentingnya melakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala.
Ia menjelaskan, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan gangguan ginjal.
Aresna juga mengajak warga lebih memperhatikan pola makan, terutama dengan membatasi konsumsi garam dan makanan tinggi natrium, memperbanyak sayur serta buah, dan menjaga aktivitas fisik secara rutin.
Selain Aresna, Mhd Habib Siregar turut memberikan edukasi melalui demonstrasi pengolahan mentimun sebagai salah satu bahan pangan yang dapat dikonsumsi dalam pola hidup sehat. Mentimun diolah menjadi jus tanpa tambahan gula maupun bahan lainnya.
Menurutnya, konsumsi bahan pangan seperti mentimun dapat ditempatkan sebagai bagian dari pola makan sehat. Namun, penggunaan jus mentimun tidak dimaksudkan untuk menggantikan obat atau terapi medis bagi penderita hipertensi.
Kegiatan semakin menarik karena mahasiswa berinteraksi langsung dengan warga, khususnya ibu-ibu dan lansia yang mengikuti penjelasan serta demonstrasi dengan antusias.
Dalam pelaksanaan PKL tersebut, Aresna Zega dan Mhd Habib Siregar tidak bekerja sendiri. Keduanya merupakan bagian dari tim mahasiswa yang terdiri atas Miftahul Khoiriah, Mhd Habib Siregar, Cut Mutia, Jelina Monita Hia, Adhelina Gloria Simanjuntak, Antonia Susanti Lahagu, Putri Utari, Epa Wahyuni Harahap, Aresna Zega, Elison Zendrato, dan Desi Natasya.
Kehadiran seluruh anggota tim menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan edukasi kepada masyarakat.
Mereka bersama-sama membangun komunikasi dengan warga, membantu penyampaian materi, mendampingi peserta, serta menciptakan suasana penyuluhan yang lebih akrab dan mudah dipahami.
Bagi mahasiswa, kegiatan tersebut bukan sekadar memenuhi rangkaian PKL, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menerapkan ilmu keperawatan secara langsung di tengah masyarakat.
Sementara bagi warga Lingkungan VII/Blok 6 Perumnas Helvetia, kegiatan itu menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah, seperti mengontrol konsumsi garam, menjaga pola makan, beraktivitas fisik, dan memeriksa tekanan darah secara berkala.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa Universitas Imelda Medan berharap kesadaran masyarakat terhadap hipertensi semakin meningkat sehingga warga tidak menunggu munculnya keluhan untuk mulai memperhatikan tekanan darah dan kesehatan tubuh secara keseluruhan. (AVID)





































