MEDAN —
Suara azan Dzuhur yang berkumandang dari masjid di sekitar lokasi diduga tenggelam oleh dentuman musik house DJ bervolume sangat keras dari perangkat loudspeaker pengeras suara milik sebuah perusahaan pergudangan.
Kondisi tersebut memicu keresahan dan kemarahan masyarakat hingga bersama organisasi kemasyarakatan Keluarga Besar Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (KB FKPPI) mendatangi lokasi gudang untuk menyampaikan keberatan, Rabu (16/09/2026).

Peristiwa ini menjadi sorotan lantaran penggunaan loundspeaker dengan volume maksimum saat waktu salat Zuhur dinilai mengganggu kenyamanan masyarakat yang hendak menjalankan ibadah.
Warga mempertanyakan kepatutan pengelola gudang memutar musik house DJ dengan suara menggelegar di tengah lingkungan masyarakat, terlebih ketika azan sedang berkumandang.
Kedatangan masyarakat bersama Ormas KB FKPPI merupakan bentuk protes terhadap dugaan penggunaan pengeras suara secara berlebihan yang dinilai tidak mempertimbangkan ketenangan lingkungan dan hak masyarakat untuk beribadah dengan khusyuk.
Masyarakat meminta pihak perusahaan segera mengevaluasi penggunaan loundspeaker, mengatur tingkat kebisingan, serta menghormati waktu ibadah dan ketenteraman warga sekitar.
Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak perusahaan mengenai alasan pemutaran musik house DJ dengan volume tinggi tersebut.
Konfirmasi dan hak jawab dari pihak pengelola gudang tetap diperlukan guna memperoleh penjelasan yang berimbang mengenai peristiwa ini.(tim)





































