Lapas Sibolga Gandeng Pemkot dan Perguruan Tinggi Kembangkan Budidaya Ikan untuk Ketahanan Pangan

REDAKSI MEDAN

- Redaksi

Sabtu, 5 September 2026 - 13:07 WIB

5014 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SIBOLGA, 5 September 2026 —

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sibolga terus mengembangkan program pembinaan kemandirian berbasis ketahanan pangan. Kali ini, Lapas Sibolga mendorong pengembangan budidaya ikan nila dan lele melalui kolaborasi dengan Dinas Perikanan, Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Sibolga serta Sekolah Tinggi Perikanan Sibolga.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Pelaksanaan Pendampingan dan Pembinaan Kemandirian Ketahanan Pangan Perikanan Ikan Nila dan Lele Sistem Kolam Tanah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

PKS bersama Dinas Perikanan, Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Sibolga telah dilaksanakan pada 20 Agustus 2026. Sementara itu, kerja sama dengan Sekolah Tinggi Perikanan Sibolga dilaksanakan pada 3 September 2026.

Kerja sama lintas sektor ini menjadi langkah strategis Lapas Sibolga dalam memanfaatkan lahan kosong di lingkungan Lapas agar lebih produktif sekaligus memberikan keterampilan praktis kepada warga binaan.

Kepala Lapas Kelas IIA Sibolga, Tri Purnomo, mengatakan pengembangan budidaya perikanan merupakan bentuk nyata dukungan Lapas Sibolga terhadap program Asta Cita Presiden dan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya di bidang ketahanan pangan dan pengembangan sumber daya manusia.

“Kami ingin lahan yang ada di lingkungan Lapas tidak hanya menjadi ruang kosong, tetapi dapat dimanfaatkan secara produktif. Di sisi lain, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi warga binaan untuk mendapatkan keterampilan yang bisa menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujar Tri Purnomo.

Menurut Tri Purnomo, pembinaan kemandirian tidak cukup hanya memberikan kegiatan kepada warga binaan. Pembinaan harus mampu menghasilkan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman kerja yang memiliki nilai manfaat setelah mereka menyelesaikan masa pidana.

Karena itu, budidaya ikan nila dan lele akan diarahkan sebagai Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE). Warga binaan dilibatkan dalam proses budidaya dengan pendampingan teknis dari mitra, sehingga mereka dapat memahami tahapan pengelolaan perikanan secara langsung.

Mulai dari persiapan kolam, penebaran benih, pemberian pakan, pemeliharaan, pengelolaan kualitas air hingga proses panen menjadi bagian dari proses pembelajaran yang dapat membentuk keterampilan dan sikap kerja warga binaan.

“Harapannya, keterampilan yang diperoleh di Lapas nantinya dapat dikembangkan secara mandiri. Jadi, ketika kembali ke masyarakat, mereka memiliki pilihan untuk memanfaatkan keahlian tersebut sebagai salah satu sumber penghasilan,” jelasnya.

Keterlibatan pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam program ini juga menjadi nilai penting. Dukungan pemerintah daerah diharapkan memperkuat aspek pengembangan ketahanan pangan, sementara perguruan tinggi dapat memberikan pendampingan berbasis pengetahuan dan teknologi perikanan.

Ke depan, Lapas Sibolga berencana meningkatkan skala budidaya dengan menambah jumlah kolam ikan. Selain kolam tanah, kolam terpal juga akan dipertimbangkan sebagai alternatif untuk memperluas kapasitas produksi dengan menyesuaikan ketersediaan lahan.

Pengembangan tersebut diharapkan tidak berhenti pada aspek produksi. Lapas Sibolga juga membuka peluang agar hasil budidaya dapat dikelola secara berkelanjutan dan menjadi bagian dari ekosistem pembinaan kemandirian yang memiliki nilai ekonomi.

Dengan demikian, lahan pemasyarakatan tidak hanya menjadi tempat pembinaan, tetapi juga dapat menjadi ruang produktif untuk menghasilkan pangan sekaligus mencetak sumber daya manusia yang memiliki keterampilan.

Melalui sinergi antara Lapas Sibolga, pemerintah daerah dan dunia pendidikan, program ini diharapkan mampu menghadirkan pembinaan yang semakin produktif, edukatif dan berkelanjutan.

Dari lahan yang sebelumnya kosong, Lapas Sibolga menanamkan keterampilan. Dari keterampilan, dibangun kemandirian. Dan dari kemandirian, dipersiapkan warga binaan untuk kembali memberikan manfaat bagi masyarakat. (Tim Humas Lasiga)

Berita Terkait

LPPA Sumut Terima Pengaduan Siswa SMA X di Kantor Jalan Hindu: Ditelantarkan Wali Usai Ambil Uang Taspen Ortu
Genap 49 Tahun, Chairum Lubis SH Teguhkan Pengabdian: Sinergi Pers dan Polri Tanpa Batas
Alspective 6.0 Jadi Wadah Kreativitas dan Pengembangan Bakat Siswa Al-Azhar 19 Ciracas
Pemasyarakatan Peduli Erupsi Gunung Sinabung, Rutan Kabanjahe Gerak Cepat Salurkan Bantuan
Rahmansyah “Borong”: Sekretaris PAC IPK Medan Sunggal, Figur Muda yang Dekat dengan Semua Kalangan
Diapresiasi Presiden Prabowo, Kapolda Riau: Ini Kerja Bersama, Fokus Kami Padamkan Api
Menteri LH Apresiasi Kebijakan Dekarbonisasi PTPN IV PalmCo
Borong dan Yana BW Bawa 70-an Kader IPK Medan Sunggal, Sukseskan Pelantikan PAC Medan Selayang

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 15:38 WIB

Lapas Tangerang Kembali Kirim 9 Napi Risiko Tinggi ke Nusakambangan

Rabu, 9 September 2026 - 22:56 WIB

Antisipasi Karhutla, PTPN IV PalmCo Perkuat Deteksi Dini dan Patroli di Sumatera-Kalimantan

Rabu, 9 September 2026 - 21:25 WIB

Bukan Sekadar Perayaan, Yapto Ginting Hadirkan Keberkahan Lewat Bantuan Pangan untuk Dapur Umum GRIB Jaya Medan

Senin, 7 September 2026 - 19:44 WIB

Abel dan Reza Terus Berbagi, Warnai Indahnya Detik-Detik Buka Puasa Sunah Senin di Masjid Jamik Kebun Bunga

Minggu, 6 September 2026 - 23:20 WIB

Gotong Royong Bersama Warga, Ranting PP Helvetia Tegaskan Eksistensi dan Kebesaran Organisasi

Minggu, 6 September 2026 - 19:27 WIB

Waspada Peningkatan Aktivitas Gunung Anak Krakatau, Dinkes Lebak Imbau Masyarakat Lindungi Diri dari Dampak Abu Vulkanik

Sabtu, 5 September 2026 - 12:40 WIB

Kemenimipas Salurkan Bantuan bagi Terdampak Gempa Flores, Dirjenpas Tinjau Kondisi Rutan Ruteng

Jumat, 4 September 2026 - 16:55 WIB

Lampu Jalan Banyak Mati, Ketua PP Aswandi Geram: Aspirasi Warga Helvetia Jangan Dianggap Sepele!

Berita Terbaru

error: Content is protected !!