MEDAN —
Sosok Rahmansyah yang akrab disapa Borong merupakan salah satu figur yang cukup dikenal dalam dinamika organisasi kepemudaan di Kecamatan Medan Sunggal.
Sebagai Sekretaris Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pemuda Karya (IPK) Kecamatan Medan Sunggal, Borong tidak hanya menjalankan tugas organisasi, tetapi juga dikenal aktif membangun komunikasi dengan berbagai elemen di tengah masyarakat.
Di mata masyarakat, Borong dikenal sebagai sosok yang mudah bergaul dan tidak membatasi pertemanan berdasarkan latar belakang.
Kehadirannya dalam berbagai kegiatan sosial maupun aktivitas organisasi membuat komunikasi dengan masyarakat terus terjalin.
Bagi Borong, keberadaan organisasi kepemudaan harus mampu memberi warna positif dan hadir ketika masyarakat membutuhkan ruang untuk berkomunikasi serta bersinergi.
Di lingkungan pemerintahan, sosok Borong dipandang dalam konteks hubungan kemitraan antara organisasi kepemudaan dan pemerintah.
Komunikasi yang terbuka menjadi bagian penting dalam membangun suasana yang kondusif di tengah masyarakat. Sebagai pengurus PAC, ia memiliki tanggung jawab untuk membawa organisasi tetap berada dalam koridor aturan sekaligus menjaga hubungan baik dengan berbagai pihak.
Sementara dengan aparat penegak hukum, Borong menempatkan komunikasi dan koordinasi sebagai bagian penting dalam kehidupan organisasi.
Bagi organisasi kepemudaan, hubungan yang konstruktif dengan aparat menjadi salah satu unsur untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
Pendekatan tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya peran pemuda dalam mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif.
Di kalangan ormas dan OKP, Borong dikenal sebagai figur yang mampu membuka ruang komunikasi dan membangun hubungan lintas organisasi.
Perbedaan wadah maupun latar belakang organisasi tidak menjadi penghalang untuk menjalin silaturahmi.
Semangat kebersamaan dan saling menghargai menjadi modal penting dalam membangun kehidupan organisasi kepemudaan yang sehat.
Sedangkan di internal PAC IPK Medan Sunggal, posisi sebagai sekretaris membuat Borong berada pada posisi strategis dalam membantu menjalankan roda organisasi.
Ia dituntut mampu menjaga komunikasi antara pengurus dan kader, mendukung setiap program kerja serta ikut mempertahankan soliditas organisasi.
Kedekatan dengan kader menjadi salah satu kekuatan dalam membangun suasana organisasi yang kompak.
Bagi seorang pengurus organisasi, popularitas bukanlah tujuan utama. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kehadiran seorang kader mampu memberikan manfaat, menjaga kepercayaan dan membawa nama baik organisasi.
Prinsip inilah yang menjadi bagian dari perjalanan Rahmansyah “Borong” dalam menjalankan amanahnya sebagai Sekretaris PAC IPK Medan Sunggal.
Borong bukan sekadar nama dalam struktur kepengurusan. Ia adalah representasi dari kader yang berada langsung di tengah masyarakat, berhadapan dengan berbagai karakter dan kepentingan, sekaligus dituntut mampu menjaga keseimbangan antara loyalitas organisasi, kepentingan sosial dan kepatuhan terhadap aturan.
Di tengah perkembangan organisasi kepemudaan yang semakin dinamis, figur seperti Rahmansyah “Borong” memiliki tantangan tersendiri. Militansi organisasi harus berjalan beriringan dengan sikap humanis, komunikasi yang sehat dan kepedulian terhadap lingkungan.
Sebab, semakin dekat organisasi dengan masyarakat, semakin besar pula tanggung jawab kader untuk menjaga citra dan kehormatannya.
Bagi masyarakat, pemerintah, aparat penegak hukum, ormas, OKP maupun kader IPK, sosok Borong pada akhirnya dinilai bukan hanya dari jabatan yang disandangnya, tetapi dari sikap, komunikasi dan kontribusinya dalam kehidupan sosial.
Dan di situlah nilai seorang kader diuji: mampu berdiri teguh menjaga marwah organisasi, namun tetap rendah hati ketika berada di tengah masyarakat.(red)





































