Medan –
Ketua Umum DPP Gerakan Anti Narkotika dan Zat Adiktif Nasional (GARNIZUN), H. Ardiansyah Saragih, S.H., M.H., mengingatkan bahwa ancaman narkotika masih menjadi tantangan serius yang membutuhkan komitmen berkelanjutan dari seluruh komponen bangsa.
Dalam momentum Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026, Ardiansyah menegaskan bahwa perang melawan narkoba tidak boleh berhenti pada slogan atau seremoni tahunan.
Menurutnya, gerakan nyata harus terus dilakukan melalui pendidikan, pengawasan, pembinaan generasi muda, dan penguatan ketahanan keluarga.
“Jangan pernah lengah. Sekali kita lengah, narkoba akan mencari celah untuk merusak masa depan anak-anak kita. Karena itu, perang melawan narkoba harus menjadi gerakan nasional yang dilakukan setiap hari,” ujarnya.
Ia menilai tema HANI tahun ini menjadi pengingat bahwa membangun generasi sehat, cerdas, dan kuat harus dimulai dari perlindungan anak-anak terhadap berbagai bentuk penyalahgunaan narkotika.
Ardiansyah berharap seluruh masyarakat menjadikan HANI 2026 sebagai momentum memperkuat kepedulian bersama sehingga Indonesia mampu melahirkan generasi unggul, produktif, dan bebas dari ancaman narkoba menuju Indonesia Emas 2045.(AVID)




































