Medan, –
Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Medan meluncurkan Program Smart Zero Waste Pemasyarakatan dan Dashboard SIPINTAR sebagai langkah nyata dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang terpadu, terukur, dan berkelanjutan.
Peluncuran dilaksanakan di Aula Lapas Kelas I Medan serta dihadiri jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara, pimpinan Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan, perguruan tinggi, instansi pemerintah, dan mitra terkait.
Turut hadir Wakil Rektor IV Universitas Prima Indonesia, Ketua Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Sumatera Utara, Koordinator Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Negeri Medan, perwakilan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan, Direktur RSUD Dr. Pirngadi Medan beserta jajaran, Camat Medan Helvetia, Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Medan Helvetia, Kepala Kepolisian Sektor Helvetia, Komandan Rayon Militer 0201-06 Medan Sunggal, Kepala Puskesmas Medan Helvetia, Pimpinan BRI Cabang Putri Hijau, Pimpinan PT Asia Karet Sentosa, serta Pimpinan PT PP Project BRT Mebidang Jalur On Corridor.
Kegiatan diawali dengan pembacaan doa dan persembahan tarian oleh Warga Binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Medan. Rangkaian kegiatan turut diisi dengan penandatanganan sejumlah perjanjian kerja sama antara jajaran Pemasyarakatan dengan perguruan tinggi, instansi pemerintah, dan pihak swasta.
Kerja sama tersebut mencakup penguatan pendidikan, kesehatan, pelatihan, pembinaan, serta pengembangan program lingkungan di lingkungan Pemasyarakatan.
Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam memperkuat pelaksanaan Smart Zero Waste melalui peningkatan kapasitas petugas dan Warga Binaan, pemilahan sampah, pengelolaan bank sampah, serta pemanfaatan sampah organik menjadi produk yang bernilai guna.
Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan bibit pohon dari PT PP Project BRT Mebidang Jalur On Corridor kepada Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sumatera Utara. Penyerahan bibit menjadi bentuk dukungan terhadap penghijauan dan penguatan kepedulian lingkungan di lingkungan Pemasyarakatan.
Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sumatera Utara, Jalu Yuswa Panjang, dalam sambutannya menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan Smart Zero Waste Pemasyarakatan.
Program tersebut diharapkan dapat membangun kebiasaan baru dalam pengelolaan sampah, sekaligus menjadi model yang dapat diterapkan secara bertahap oleh Lapas dan Rutan di wilayah Sumatera Utara.
“Melalui program ini, kita ingin membangun budaya peduli lingkungan di seluruh Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan. Tidak hanya menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, tetapi jugamenjadikan pengelolaan sampah sebagai sarana edukasi, pelatihan keterampilan, danpemberdayaan warga binaan agar memiliki kompetensi yang bermanfaat ketika kembali ke tengah masyarakat” ujar Jalu
Peluncuran Smart Zero Waste Pemasyarakatan dan Dashboard SIPINTAR menjadi agenda utama kegiatan. SIPINTAR atau Sistem Pengelolaan Sampah Terpadu Pemasyarakatan merupakan dashboard yang digunakan untuk mencatat dan memantau jumlah sampah organik dan nonorganik secara berkala.
Kehadiran dashboard tersebut mendukung pengelolaan data yang lebih tertib, terukur, dan dapat digunakan sebagai bahan evaluasi pelaksanaan program.
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Medan, Yekti Apriyanti, menjelaskan bahwa Smart Zero Waste dikembangkan sebagai upaya menghadirkan pengelolaan sampah yang tidak berhenti pada kegiatan pembuangan, tetapi diarahkan pada pemilahan, pengolahan, dan pemanfaatan kembali.
Pelaksanaannya mencakup edukasi kepada petugas dan Warga Binaan, pengoperasian bank sampah, pengolahan sampah organik menjadi kompos dengan memanfaatkan bata terawang sebagai media, serta penguatan kerja sama dengan para pemangku kepentingan.
“Melalui Smart Zero Waste dan Dashboard SIPINTAR, pengelolaan sampah dilakukan secara lebih sistematis dan dapat dipantau setiap hari. Program ini diharapkan menjadi budaya bersama dalam mewujudkan lingkungan Pemasyarakatan yang bersih, hijau, dan berkelanjutan,” ungkap Yekti.
Melalui peluncuran ini, Lapas Perempuan Kelas IIA Medan menegaskan komitmennya untuk menjadi pelopor pengelolaan sampah terpadu di lingkungan Pemasyarakatan Sumatera Utara.
Program Smart Zero Waste yang didukung melalui Dashboard SIPINTAR diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus memberikan nilai edukatif dan produktif bagi Warga Binaan.(AVID/rel)




































