Gerakan Pemuda Merdeka Tolak MBG dan Koperasi Merah Putih

TRIBRATA 24

- Redaksi

Kamis, 26 Februari 2026 - 22:19 WIB

50126 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA BOGOR, – Petang di Tugu Kujang Kota Bogor,Kamis, (26/2/2026), pukul. 17.25 s.d 17 55 WIB. Masa Aksi yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Merdeka, dengan Koordinator Lapangan Sdr. Rudi dan Desta Lesmana membawa Pesan terhadap Pemerintah agar tidak serampangan dalam membuat Program yang semakin menyengsarakan Rakyat.

Koordinator Aksi, Desta Lesmana menyebutkan, aksi dipicu keresahan atas berbagai persoalan Nasional maupun daerah.

Diantaranya kebijakan Pemerintah Pusat yang merugikan Rakyat di daerah seperti MBG dan Koperasi Daerah Merah Putih, yang dinilai sarat dengan praktik manipulasi dan berpotensi menjadi ruang korupsi baru.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam aksi tersebut, Sdr Rudi turut menyampaikan beberapa Tuntutan terkait Program MBG dan Koperasi Merah Putih sebagai Berikut;

1.Tolak Makanan Bergizi Gratis dan Koperasi Merah Putih

2. Beban Anggaran Negara yang Sangat Besar Biaya program ini sangat tinggi, mencapai triliunan rupiah setiap tahun, yang bisa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan berpotensi mengurangi alokasi untuk sektor lain seperti infrastruktur, energi, dan pertahanan.

3.Risiko Korupsi dan Kebocoran Pengadaan massal makanan untuk anak sekolah membuka celah besar bagi praktik korupsi, mark up harga, atau kualitas makanan yang tidak layak.

4. Insiden Keracunan MBG Kasus keracunan massal yang menimpa lebih dari 5.000 siswa penerima program MBG menunjukkan bahwa program ini belum dijalankan dengan kesiapan pengawasan ketat.

5.Penolakan Koperasi Merah Putih Kurangnya transparansi dan akuntabilitas Beberapa pihak merasa bahwa pengelolaan Koperasi Merah Putih tidak transparan dan tidak ada akuntabilitas yang jelas.

6.Kerugian keuangan Koperasi Merah Putih dilaporkan mengalami kerugian keuangan yang signifikan, yang menimbulkan kekhawatiran tentang kemampuan koperasi untuk membayar kembali simpanan anggota.

Aksi massa dari Gerakan Pemuda Merdeka yang dipimpin Sdr. Rudi dan Desta Lesmana menggambarkan penolakan mereka dalam beberapa tulisan di atas karton berwarna dengan narasi;

1.TOLAK KMP,
2.PENINDAS RAKYAT MBG LADANG KORUPSI,
3.PERAMPOK ANGGARAN PENDIDIKAN,
4.TOLAK MBG.

Massa Aksi berharap agar pemerintah Pusat meninjau kembali berbagai kebijakan terhadap MBG dan Koperasi Merah Putih, dan akan menggelar aksi yang lebih besar apabila Pemerintah masih acuh terhadap permasalahan ini.

RED

Berita Terkait

Seru!! Halal Bihalal PDBN Satukan Tokoh Lintas Generasi di Ciawi, Bogor
Kapten Inf H Tatang Taryono: Mengenal Ilmu Laduni Beladiri untuk Kebaikan
Perkuat Komitmen Tolak Tawuran dan Narkoba, Pelajar se-Kota Bogor Hadiri Do’a Bersama yang Diadakan Catatan Akhir Sekolah
Muhammad Yusuf Kiat Ketum KABOMANIA, Serukan Perdamaian dan Solidaritas Menjelang Perayaan Nataru

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 22:25 WIB

Genap 49 Tahun, Chairum Lubis SH Teguhkan Pengabdian: Sinergi Pers dan Polri Tanpa Batas

Sabtu, 5 September 2026 - 13:33 WIB

Alspective 6.0 Jadi Wadah Kreativitas dan Pengembangan Bakat Siswa Al-Azhar 19 Ciracas

Sabtu, 5 September 2026 - 13:07 WIB

Lapas Sibolga Gandeng Pemkot dan Perguruan Tinggi Kembangkan Budidaya Ikan untuk Ketahanan Pangan

Sabtu, 5 September 2026 - 06:53 WIB

Pemasyarakatan Peduli Erupsi Gunung Sinabung, Rutan Kabanjahe Gerak Cepat Salurkan Bantuan

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:36 WIB

Rahmansyah “Borong”: Sekretaris PAC IPK Medan Sunggal, Figur Muda yang Dekat dengan Semua Kalangan

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:52 WIB

Diapresiasi Presiden Prabowo, Kapolda Riau: Ini Kerja Bersama, Fokus Kami Padamkan Api

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:06 WIB

Menteri LH Apresiasi Kebijakan Dekarbonisasi PTPN IV PalmCo

Minggu, 23 Agustus 2026 - 09:08 WIB

Borong dan Yana BW Bawa 70-an Kader IPK Medan Sunggal, Sukseskan Pelantikan PAC Medan Selayang

Berita Terbaru

error: Content is protected !!