Dari laikang Muncul perlawanan: APPAMALLA Gugat AMDAL Pelabuhan KITA Yang Tertutup

Redaksi laikang jaya grup

- Redaksi

Sabtu, 18 April 2026 - 18:13 WIB

50243 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Takalar — trubrata24.net | Eskalasi penolakan terhadap rencana pembangunan Terminal Umum (pelabuhan) Kawasan Industri Takalar (KITA) oleh PT Tiran kian memanas. Aliansi APPAMALLA turun ke jalan dan “mengepung” Gedung Sentra Pangngurangi di Desa Pattoppakang, Kecamatan Laikang, Sabtu (18/4), sebagai bentuk perlawanan terbuka terhadap pelaksanaan rapat AMDAL yang mereka nilai cacat prosedur sejak tahap awal.

Aksi tersebut bukan sekadar unjuk rasa biasa, melainkan pernyataan politik warga muda Laikang atas apa yang mereka sebut sebagai “penghilangan sistematis” suara masyarakat pesisir. Massa menilai forum AMDAL yang digelar telah menjauh dari prinsip dasar partisipasi publik dan berubah menjadi ruang formalitas administratif untuk meloloskan proyek strategis.

Dalam orasi yang berlangsung bergelombang dan penuh tekanan, APPAMALLA membongkar komposisi undangan rapat yang dikeluarkan oleh pemerintah desa. Undangan tersebut ditujukan kepada Bupati/Wakil Bupati Takalar, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan Laut, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Camat Laikang, serta sejumlah tokoh masyarakat. Namun, di balik daftar yang tampak “lengkap” itu, justru tidak mencantumkan pihak yang paling terdampak langsung—nelayan dan pelaku budidaya pesisir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini bukan sekadar kelalaian administratif. Ini adalah desain yang menyingkirkan rakyat dari ruang pengambilan keputusan. AMDAL tanpa nelayan adalah kebohongan yang dilegalkan,” tegas salah satu orator di hadapan massa aksi.

APPAMALLA menilai praktik tersebut bertentangan dengan prinsip utama penyusunan AMDAL yang mensyaratkan keterlibatan aktif, terbuka, dan bermakna dari masyarakat terdampak. Mereka menyebut forum yang digelar berpotensi menjadi legitimasi semu bagi proyek, bukan ruang deliberasi yang adil dan transparan.

Lebih jauh, massa menyoroti potensi dampak ekologis dan sosial yang dinilai tidak diungkap secara jujur dalam proses kajian. Pembangunan pelabuhan di kawasan Tanjung Laikang disebut berisiko merusak ekosistem pesisir, mengganggu wilayah tangkap nelayan, serta mengancam keberlangsungan ekonomi lokal yang selama ini bergantung pada laut.

“Kalau laut dirampas atas nama pembangunan, maka yang hilang bukan hanya ruang tangkap, tapi masa depan generasi pesisir. Ini soal hidup dan mati,” teriak orator lainnya, disambut sorak solidaritas massa.

Tak hanya itu, APPAMALLA juga melayangkan kritik keras terhadap pemerintah desa yang dinilai tidak netral dan cenderung mengakomodasi kepentingan korporasi. Mereka menuding proses yang berjalan menunjukkan keberpihakan yang timpang, di mana kekuatan modal lebih didengar dibandingkan suara rakyat.

Dalam tuntutannya, APPAMALLA secara tegas mendesak penghentian sementara seluruh proses penyusunan AMDAL proyek pelabuhan KITA. Mereka juga menuntut pelibatan langsung masyarakat terdampak—khususnya nelayan dan pembudidaya—dalam setiap tahapan konsultasi publik, serta membuka akses transparansi penuh terhadap dokumen kajian lingkungan.

Aksi berlangsung dalam pengawalan aparat keamanan dan tetap terkendali, meski diwarnai tekanan kuat dari massa yang menolak segala bentuk legitimasi prosedural tanpa keadilan substantif.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak pemerintah daerah Takalar maupun PT Tiran terkait tudingan pelanggaran prosedur tersebut.

APPAMALLA menegaskan bahwa aksi ini bukan akhir, melainkan awal dari konsolidasi perlawanan yang lebih luas. Mereka memastikan akan terus mengawal isu ini dan membuka kemungkinan gelombang aksi lanjutan jika tuntutan mereka tetap diabaikan.

“Pembangunan yang membungkam rakyat bukanlah kemajuan—itu adalah bentuk lain dari perampasan,” tutup pernyataan sikap mereka

Berita Terkait

Hadapi Musim Hujan, Lapas Labuhan Ruku Gelar Kerja Bakti Bersihkan Drainase Bersama Kepala Desa Pahang
Dukung Pemberantasan Narkoba, Anggota DPRD Deli Serdang Andi Baso Apresiasi Kinerja Polresta dan BNN
Lapas Labuhan Ruku Gelar Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98, Usung Tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”
Lapas Labuhan Ruku Gelar Tausyiah Kerohanian Islam bagi Warga Binaan Wanita
Peningkatan SDM Masyarakat dan Masadepan Indonesia berada ditangan Presiden RI
Perkuat Sinergi dalam Menjaga Kemananan, Bupati Batu Bara Hadiri Silaturahmi Kapolda Sumut bersama Al Washliyah*
Reses Tahap III DPRD Batu Bara di Dapil II, Rusli Tampung Aspirasi 10 Kepala Desa
HOAX! Kalapas Labuhan Ruku Tegaskan Isu RZ Kelola Narkoba di Dalam Lapas Tidak Benar, Lapas Labuhan Ruku Zero Narkoba

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:08 WIB

IMO Indonesia Sumut : Sumpah Pemuda Momentum Perkuat Nasionalisme dan Kepedulian Generasi Muda

Rabu, 28 Oktober 2026 - 03:38 WIB

Polda Riau Gagalkan Peredaran 34,9 Kg Sabu, Lima Tersangka Ditangkap

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:53 WIB

HUT ke-9, IMO-Indonesia Tegaskan Pentingnya Kualitas Pemberitaan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Rutan Labuhan Deli Lakukan Sosialisasi Kepada Warga Binaan Terkait Remisi dan Hak Integrasi, Tegaskan Semua Gratis!

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:28 WIB

Kapolda Riau Rangkul Wartawan, Fokus Sikat Narkoba

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:06 WIB

Kepala Bapas Kelas I Medan Tinjau Langsung Program Pembinaan Kemandirian Peternakan Ayam di Ketapang

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:42 WIB

‎Tembok Gang Anggrek Tak Tersentuh, Warga Menunggu Kepastian, Sikap Pemko Medan Dipertanyakan

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:29 WIB

Lapas Sibolga Kebut Pembersihan Lingkungan dan Pembangunan Pagar SDN Hutanabolon 1 Pascabanjir

Berita Terbaru