TANJUNG MORAWA —
Puluhan emak-emak yang mewakili masyarakat kelompok tani di Kecamatan Tanjung Morawa mendatangi Ketua Rayon KB FKPPI 0202-02 Kecamatan Tanjung Morawa, Husen Tamora, untuk menyampaikan aspirasi sekaligus keluhan terkait persoalan tanah yang selama bertahun-tahun mereka tempati dan kelola, di kediamannya kemarin.
Dengan suara bergetar, sejumlah emak-emak mengungkapkan berbagai tekanan yang mereka rasakan.
Mereka mengaku khawatir kehilangan tempat tinggal dan lahan yang selama ini menjadi sumber penghidupan keluarga.
Di hadapan Tokoh Pemuda Deli Serdang ini, curahan hati itu disampaikan dengan penuh harap agar ada pihak yang bersedia mendengar dan mendampingi perjuangan mereka.
Husen Tamora mengatakan dirinya menerima seluruh aspirasi tersebut dengan keterbatasan kemampuan yang dimiliki.
Ia mengaku tidak ingin memberikan janji yang belum tentu dapat diwujudkan, namun memastikan bahwa keluhan masyarakat akan menjadi perhatian dan perjuangan bersama sepanjang dilakukan melalui jalur yang benar.
“Saya tidak bisa menjanjikan hal-hal yang mungkin hanya menyenangkan hati kalian. Dengan keterbatasan dan kemampuan yang saya miliki, yang pasti saya akan ikut bersama kalian untuk berjuang menghadapi persoalan ini. Jangan merasa sendirian,” ujar Husen.
Menurutnya, masyarakat kecil juga memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan dan kepastian hukum.
Karena itu, ia mengingatkan agar warga tidak mudah takut menghadapi tekanan maupun intimidasi.
Setiap persoalan pertanahan, kata dia, harus diselesaikan berdasarkan bukti, aturan hukum dan mekanisme yang berlaku, bukan melalui tekanan ataupun tindakan semena-mena.
“Tanah adalah amanah Tuhan yang diberikan untuk kehidupan manusia. Negara hadir untuk melindungi rakyatnya, dan emak-emak ini juga bagian dari rakyat Indonesia. Jangan takut. Di atas langit masih ada langit. Kita hadapi persoalan ini bersama-sama dengan cara yang benar,” tegas Husen.
Pertemuan tersebut pun menjadi ruang bagi emak-emak untuk menumpahkan keresahan sekaligus membangun keberanian.
Di tengah persoalan yang belum menemukan titik akhir, satu pesan mengemuka: mereka berharap hak dan suara masyarakat kecil tidak diabaikan.(red)
#ThePowerOfEmakEmak





































